27.3 C
Cianjur
Minggu, Mei 22, 2022

Lestarikan Budaya Lokal, Rumah Produksi Dahlia Batik Genturan Cianjur Patut Diapresiasi

Batik telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Batik tidak hanya dari Pekalongan, Jogja maupun Solo, ternyata di Kabupaten Cianjur mempunyai Batik khas, yang dibina melalui UMKM dibawah pendampingan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia atau IPEMI.

Dikatakan Ketua IPEMI Kabupaten Cianjur, Eliana Trisnawati, selain melestarikan budaya lokal dengan Batik genturan khas Cianjur-nya, para pengrajin maupun pekerja Rumah Produksi Dahlia Batik Genturan merupakan penyandang difabel.

Kreativitas yang dimiliki seseorang dalam melakukan sebuah inovasi, memang akan semakin berharga jika hak kekayaan intelektualnya diakui oleh masyarakat luas. Tak jarang buah dari kreativitas tersebut mampu membawa pengaruh positif terhadap lingkungan sekitarnya. Bahkan, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.

Eliana telah merintis usahnya sejak 11 tahun silam. Kini, buah dari kerja kerasnya mampu turut mempromosikan ciri khas budaya Cianjur. Menariknya, berkat ketekunannya produknya pun kini telah diakui hingga diperkenalkan di sejumlah daerah, bahkan hingga ke negara lain.

“Rumah Produksi Dahlia Batik Genturan berdiri sejak tahun 2010, alhamdulillah kini sudah mempunyai 15-30 karyawan,” kata Eliana yang juga pemilik Rumah Produksi Dahlia Batik Genturan saat dijumpai di workshopnya di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kampung Cijoho, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Rabu (5/12/21).

Menurut dia, ada beberapa motif batik yang diproduksi diantaranya Motif Genturan, Motif Ayam Pelung, Motif Gunung Padang, Badak Putih dan Motif Beras Pandan Wangi.

Selain produksinya diperkenalkan ke daerah dan propinsi seluruh Indonesia. Pihaknya pernah mengikuti event ke luar Negeri seperti Singapura,Thailand dan Turki. Negara yang berlangganan membeli Batik Dahlia Genturan diantaranya Jepang dan Belanda.

“Alhamdulillah juga Rumah Produksi Dahlia Batik Genturan kini sudah mengantongi sertifikat hak cipta dari Kementerian Koperasi dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur sejak September 2015 lalu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Rumah Produksi Dahlia Batik Genturan masuk nominasi pada ajang penganugerahan Koperasi Simpan Pinjam Award 2015 yang bertempat di Gedung Smesco, DKI Jakarta. Itu artinya, karyanya cukup diakui di Indonesia.

“Semoga perbatikan di Cianjur lebih banyak diperhatikan dalam promosi, salah satunya yang terpenting dorongan Pemda setempat untuk memakai seragamnya dari para pelaku usaha batik Cianjur. Melalui Perda-Perbup nya dibarengi dengan pendataan kepada para pelaku usaha batik lokal Cianjur untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari batik itu sendiri. Menciptakan keselarasan dalam pemakai batik lokal Cianjur, Beli Batik Aslinya dan Bangga Memakainya,” pungkasnya. (Ris)

Informasi Terkait

600 Orang Berdomisili di Kabupaten Cianjur Mendapatkan KIP

Sebanyak 600 orang yang berdomisili di Kabupaten Cianjur mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Hal itu dibenarkan oleh Ketua Yayasan Garda Nusantara Mandiri, H. Abdulloh...

Inovasi Kejari Resmikan Posyankum di Kantor Setda Cianjur

Kajati Jabar meresmikan Pos Pelayanan Hukum Kantor Pengacara Negara Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur di Gedung Setda, Rabu (19/5/2022). Diresmikannya pelayanan tersebut merupakan trobosan dan komitmen...

Resmikan Kantin Setda, Bupati : Harapkan Kantin ini Menambah PAD

Kantin Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cianjur resmi telah dibuka di lingkungan Setda, Rabu (18/5/2022). Acara tersebut diresmikan secara langsung Bupati Cianjur H. Herman Suherman yang...

Kajati Jawa Barat Resmikan Kampung Restorative Justice Kampung Tengtrem Adhyaksa

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa barat Dr. Asep N. Mulyana di dampingi Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kepala Desa Haurwangi,...