21.4 C
Cianjur
Kamis, Juli 7, 2022

Asal Usul Rengkong Kesenian Tradisional Cianjur

Cianjur adalah salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam Kabupaten Cianjur. Masyarakatnya sebagian besar beragama Islam dan pada umumnya menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam.

Di lansir https://uun-halimah.blogspot.com/ daerah ini, tepatnya di Kampung Kandangsapi, Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang ada sebuah kesenian tradisional yang bernama “rengkong”. Asal-usul kesenian ini bermula dari pemindahan padi huma (ladang) ke saung (lumbung padi). Masyarakat Jawa Barat pada umumnya, termasuk masyarakat Warungkondang (Cianjur), di masa lalu sebelum mengenal bercocok tanam padi di sawah (sistem irigarasi) pada umumnya adalah sebagai peladang (ngahuma) yang berpindah-pindah.

 Padi ladang yang telah dituai tentunya tidak dibiarkan di ladang, tetapi mesti dibawa pulang. Mengingat bahwa jarak antara areal ladang dan pemukiman (rumah peladang) relatif jauh, maka diperlukan suatu alat untuk membawanya, yaitu pikulan yang terbuat dari bambu. Mereka menyebutnya sebagai “awi gombong”.

Pikulan yang diberi beban padi kurang lebih 25 kilogram yang diikat dengan injuk kawung (tali ijuk) ini jika dibawa akan menimbulkan suara atau bunyi yang dihasilkan dari gesekan antara tali ijuk dan batang pikulan itu sendiri. Dan, bunyi yang dihasilkan menyerupai suara burung rangkong (sejenis angsa).

Oleh karena itu, ketika bunyi yang dihasilkan dari gesekan antara tali ijuk dan pikulan dikembangkan menjadi sebuah jenis kesenian disebut “rengkong”.

Konon, kesenian rengkong ini dikenal oleh masyarakat Warungkondang, khususnya masyarakat Kampung Sukaratu, Desa Cisarandi, sejak akhir abad ke-19. Adupan orang memperkenalkan dan atau mengembangkannya adalah Said (almarhum). Di kampung lain (Sukaratu) dikembangkan oleh seorang pengusaha genteng (1920–1967). Jadi, beban yang semula berupa padi diganti dengan genteng. Sedangkan, di Kampung Kandangsapi dikembangkan oleh Sopian sejak tahun 1967.

Informasi Terkait

Sambut Ramadan, Kuramasan Jadi Tradisi yang Melekat di Kampung Adat Miduana

Warga Kampung Adat Miduana Desa Balegede Kecamatan Naringgul Cianjur, Jumat (1/4/2022) berbondong-bondong ke Sungai Cipandak yang membelah wilayah kedusunan adat tersebut. Diiringi musik rebana...

Peresmian Pasar Cigombong, Pemkab Cianjur Gratiskan 73 Untuk Para Pedagang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menggratiskan 73 kios untuk para pedagang di Pasar Cigombong Kecamatan Pacet. Disebutkan Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskopperdagin) Cianjur,...

PWI Jabar Berikan Penghargaan Ajeg Pangaping Kepada 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mendapatkan penghargaan kategori Ajeg Pangaping pada malam Anugerah Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2022. Penghargaan itu diberikan...

Disbudpar : Event Terbesar 2022 di Cianjur Siap Digelar

Untuk memulihkan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19 Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Cianjur memaparkan Kalender Event Tahun 2022 di Ruang Rapat Kerja Bupati, Senin...